Profil & Sejarah Desa Muntei

Mengenal lebih dekat komunitas adat Mentawai di Pulau Siberut — tanah, tradisi, dan dua penghargaan nasional.

Identitas Desa

Desa Muntei dalam Angka & Fakta

Desa Muntei adalah desa wisata berbasis budaya yang terletak di jantung Pulau Siberut — pulau tertua dan terbesar di Kepulauan Mentawai. Pulau ini telah menjadi rumah bagi masyarakat adat Mentawai selama ribuan tahun, dengan sistem kepercayaan, bahasa, dan tradisi yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain.

Sebagai desa wisata, Muntei tidak meninggalkan identitasnya. Ia justru menjadikan keaslian tersebut sebagai kekuatan — dan hasilnya diakui secara nasional lewat dua penghargaan bergengsi yang diraih bersamaan.

Nama DesaDesa Muntei
KecamatanSiberut Selatan
KabupatenKepulauan Mentawai
ProvinsiSumatera Barat
PulauSiberut (pulau terbesar Mentawai)
Pengelola wisataPokdarwis Muntei Siberut
PenghargaanJuara 1 ADWI 2023 + MURI Tato Tertua
Sinyal HPTelkomsel (satu-satunya)
Jadestajadesta.kemenpar.go.id/desa/muntei

Sejarah & Latar Belakang

Ribuan Tahun di Tanah Siberut

Manusia diperkirakan telah mendiami Pulau Siberut sejak 35.000 hingga 50.000 tahun yang lalu — salah satu pemukiman manusia tertua di Asia Tenggara. Selama ribuan tahun terisolasi dari daratan Sumatera, masyarakat Mentawai mengembangkan kebudayaan yang benar-benar unik: bahasa, sistem kepercayaan, seni tubuh, dan cara hidup yang tidak ada padanannya di tempat lain.

Desa Muntei adalah bagian dari warisan panjang ini. Warga Muntei adalah keturunan langsung dari masyarakat adat yang telah menghuni kawasan Siberut Selatan secara turun-temurun. Mereka menjaga sistem adat arat sabulungan — kepercayaan bahwa segala sesuatu di alam memiliki roh dan harus dihormati.

Pada 2023, kerja keras komunitas dalam menjaga dan memperkenalkan kebudayaan ini mendapat pengakuan formal: Juara 1 ADWI 2023 dari Kementerian Pariwisata RI dan rekor MURI Tato Tertua Indonesia. Dua penghargaan yang tidak pernah diraih bersamaan oleh desa wisata mana pun di Mentawai sebelumnya.

±35.000–50.000 tahun lalu
Manusia pertama di Siberut
Pulau Siberut mulai dihuni — menjadi salah satu pemukiman manusia tertua di Asia Tenggara.
Ribuan tahun
Berkembangnya budaya Mentawai
Terisolasi dari Sumatera, masyarakat Mentawai membentuk bahasa, kepercayaan, tradisi tato, dan cara hidup yang unik.
1981
Cagar Biosfer UNESCO
Siberut diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfer — mengakui nilai luar biasa ekosistem dan kebudayaannya.
Awal 2000-an
Pembentukan Pokdarwis Muntei
Komunitas desa mendirikan Kelompok Sadar Wisata untuk mengelola kunjungan secara mandiri dan berkelanjutan.
2023
Dua penghargaan nasional sekaligus
Juara 1 ADWI 2023 + rekor MURI Tato Tertua Indonesia. Pengakuan tertinggi yang pernah diraih desa wisata di Mentawai.

Komunitas & Pengelolaan

Pokdarwis Muntei Siberut — Wisata dari Dalam Desa

Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Muntei Siberut adalah jantung dari pengembangan wisata desa ini. Berbeda dari model wisata konvensional yang dikelola dari luar, Pokdarwis Muntei tumbuh dari dalam komunitas sendiri — warga desa yang menyadari potensi budayanya dan memutuskan untuk mengelolanya secara mandiri.

Prinsip utama yang dipegang: wisata tidak boleh mengorbankan keotentikan. Ritual adat bukan pertunjukan untuk wisatawan. Tato bukan atraksi. Kehidupan sehari-hari warga tidak direkayasa untuk keperluan foto. Yang ditawarkan adalah kesempatan untuk menyaksikan — bukan mengkonsumsi.

Kunjungan ke Desa Muntei dapat diatur melalui halaman cara berkunjung.

01

Menjaga keotentikan budaya — memastikan setiap aspek wisata tidak menggerus tradisi dan nilai-nilai adat yang ada.

02

Melibatkan warga langsung — hasil wisata dirasakan langsung oleh keluarga-keluarga di desa, bukan pihak luar.

03

Mendampingi tamu — memastikan tamu memahami konteks budaya sebelum berinteraksi dengan kehidupan desa.

04

Pelestarian lingkungan — menjaga kawasan hutan dan sungai sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan adat.

Pertanyaan Umum

FAQ — Tentang Desa Muntei

Di mana letak Desa Muntei?
Desa Muntei terletak di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Desa ini berada di Pulau Siberut — pulau terbesar di Kepulauan Mentawai yang juga merupakan Cagar Biosfer UNESCO. Untuk mencapai Muntei, perjalanan dimulai dari Kota Padang dengan feri menuju Muara Siberut.
Apa itu Pokdarwis Muntei Siberut?
Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Muntei Siberut adalah organisasi komunitas yang mengelola dan mengembangkan pariwisata Desa Muntei secara mandiri. Pokdarwis ini memastikan setiap kunjungan wisata memberi dampak positif langsung bagi warga desa dan tidak menggerus nilai-nilai budaya yang ada.
Sudah berapa lama Desa Muntei ada?
Desa Muntei telah dihuni oleh masyarakat adat Mentawai selama ratusan tahun. Keberadaan komunitas di kawasan ini bahkan dapat ditelusuri jauh lebih lama — manusia telah mendiami Pulau Siberut diperkirakan sejak 35.000 hingga 50.000 tahun yang lalu, menjadikannya salah satu pemukiman manusia tertua di Asia Tenggara.
Apa penghargaan nasional yang diraih Desa Muntei?
Desa Muntei meraih dua penghargaan nasional sekaligus: Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori Daya Tarik Pengunjung dari Kementerian Pariwisata RI, serta rekor MURI sebagai pemilik Tato Tertua di Indonesia. Tidak ada desa wisata lain di Mentawai yang memegang dua penghargaan ini bersamaan.
Apa bahasa yang digunakan masyarakat Desa Muntei?
Masyarakat Desa Muntei menggunakan Bahasa Mentawai sebagai bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Mentawai memiliki beberapa dialek antar wilayah di Kepulauan Mentawai. Bahasa Indonesia juga dipahami dan digunakan, terutama oleh generasi muda dan dalam komunikasi dengan tamu dari luar desa.

Ingin Tahu Lebih Banyak tentang Muntei?

Jelajahi halaman lain atau hubungi kami langsung untuk informasi kunjungan.

Scroll to Top