Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023

Di antara ribuan desa wisata dari seluruh nusantara, Desa Muntei dari Pulau Siberut, Mentawai, terpilih sebagai yang terbaik dalam kategori Daya Tarik Pengunjung — sebuah pengakuan atas keautentikan budaya yang selama ini dijaga oleh warganya.

🏆
Anugerah Desa Wisata Indonesia
Juara 1 — Kategori Daya Tarik Pengunjung
Tentang Penghargaan

Apa Itu ADWI?

Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) adalah penghargaan bergengsi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Setiap tahun, ribuan desa wisata dari seluruh pelosok nusantara diseleksi berdasarkan berbagai kriteria: keaslian budaya, kesiapan infrastruktur wisata, pengelolaan berbasis komunitas, keindahan alam, dan dampak ekonomi bagi warga lokal.

Penghargaan ini bukan sekadar trofi. ADWI adalah pengakuan resmi pemerintah bahwa sebuah desa layak menjadi contoh nasional dalam mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab, autentik, dan berpihak pada masyarakat lokal.

Pada tahun 2023, dari seluruh desa wisata yang mendaftar dan diseleksi secara ketat, Desa Muntei dari Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, tampil sebagai Juara 1 dalam kategori Daya Tarik Pengunjung. Ini bukan keberuntungan — ini adalah buah dari kerja keras bertahun-tahun masyarakat Muntei dalam menjaga warisan leluhur mereka.

🏆 Foto piagam ADWI 2023 dari pokdarwis
Mengapa Muntei?

Kekuatan yang Membawa Muntei ke Podium

Dewan juri ADWI 2023 mempertimbangkan berbagai faktor. Muntei unggul karena kombinasi yang jarang ditemukan di tempat lain: budaya yang hidup, bukan museum.

Titi — Tato Tertua Indonesia

Tradisi titi (tato Mentawai) yang masih hidup dan dipraktikkan secara aktif oleh Sipatiti dan Sikerei di Muntei menjadi daya tarik budaya yang paling unik. Tidak ada desa lain di Indonesia yang memiliki tradisi serupa dengan kedalaman makna seperti ini.

Sikerei Aktif & Ritual Hidup

Desa Muntei masih memiliki Sikerei — dukun adat Mentawai — yang aktif menjalankan ritual penyembuhan dan upacara adat. Ritual ini bukan pertunjukan untuk turis; ia adalah bagian nyata dari kehidupan komunitas yang tamu boleh saksikan dengan penuh hormat.

Kehidupan Adat yang Otentik

Berburu dengan panah beracun, mengolah sagu, tinggal di uma (rumah komunal) — semua ini masih menjadi bagian nyata keseharian warga Muntei. Bukan rekonstruksi, bukan pertunjukan — inilah kehidupan yang sesungguhnya.

Pengelolaan Berbasis Komunitas

Pokdarwis Muntei Siberut mengelola kunjungan tamu dengan prinsip that benefit goes back to the community — pendapatan dari wisata langsung dirasakan warga desa, bukan operator besar dari luar. Ini menjadi nilai tambah signifikan di mata juri ADWI.

Alam Siberut yang Belum Terjamah

Desa Muntei berada di dalam dan sekitar Taman Nasional Siberut — 403.000 hektar hutan hujan tropis yang merupakan UNESCO Biosphere Reserve dan rumah bagi primata endemik seperti bilou dan siamang. Alam ini menjadi latar yang sempurna bagi pengalaman budaya Muntei.

Dampak Positif bagi Warga Lokal

Wisata yang berkembang di Muntei menciptakan lapangan kerja bermartabat bagi warga — sebagai pemandu, pengolah makanan lokal, pengrajin, dan penginapan komunitas. Ini sejalan dengan visi ADWI tentang pariwisata yang mensejahterakan.

Kisah di Balik Piala

Perjalanan Menuju ADWI 2023

Prestasi tidak datang tiba-tiba. Di balik piala ADWI 2023, ada bertahun-tahun kerja keras warga Muntei dan Pokdarwis dalam membangun desa wisata yang autentik dan bertanggung jawab.

01
Membangun Pokdarwis yang Kuat
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muntei Siberut dibentuk dan diperkuat bertahun-tahun sebelum ADWI. Warga belajar menerima tamu dengan baik, memahami pentingnya pelestarian budaya, dan mengelola kunjungan tanpa merusak keautentikan.
02
Proses Seleksi Ketat Nasional
Setelah mendaftarkan diri, Muntei menjalani proses seleksi berjenjang yang melibatkan penilaian dokumen, verifikasi lapangan oleh tim juri, presentasi, dan penilaian akhir. Ratusan desa wisata dari seluruh Indonesia menjadi pesaing sebelum Muntei akhirnya melangkah ke podium juara.
03
Pengakuan & Tanggung Jawab Baru
Menjadi Juara 1 ADWI 2023 bukan akhir perjalanan — melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Muntei kini menjadi cermin bagi desa-desa wisata lain di Indonesia: bahwa menjaga keaslian adalah kekuatan terbesar, bukan kelemahannya.
Angka yang Bicara

Muntei dalam Angka

2
Penghargaan nasional
ADWI 2023 + MURI
35rb+
Tahun usia tradisi
titi Mentawai
403rb
Hektar Taman Nasional
Siberut di sekitar desa
#1
Juara ADWI 2023
Daya Tarik Pengunjung
Dampak Nyata

Apa Artinya ADWI bagi Warga Muntei

📡

Perhatian Media Nasional

Pemberitaan dari berbagai media nasional membawa nama Muntei ke hadapan jutaan pembaca Indonesia yang sebelumnya mungkin tidak tahu di mana Siberut berada.

👥

Meningkatnya Minat Kunjungan

Sejak ADWI 2023, minat calon tamu untuk mengunjungi Muntei meningkat signifikan. Orang ingin menyaksikan sendiri seperti apa desa wisata terbaik nasional dari Mentawai ini.

💪

Kebanggaan Warga

Penghargaan ini membawa kebanggaan yang nyata bagi warga Muntei — bahwa cara hidup mereka, tradisi leluhur mereka, dianggap sebagai sesuatu yang berharga dan patut diakui oleh bangsa.

🌱

Semangat Pelestarian

Generasi muda Muntei semakin termotivasi untuk belajar tradisi titi, bahasa Mentawai, dan praktik adat lainnya — karena mereka melihat sendiri bahwa nilai-nilai itu diakui dan dihargai dunia luar.

"Penghargaan ini bukan untuk kami simpan di lemari. Ia adalah pengingat bahwa kami punya tanggung jawab lebih besar — menjaga Muntei tetap menjadi Muntei, bukan menjadi sesuatu yang lain demi tamu."

— Pokdarwis Muntei Siberut
Pertanyaan Umum

Tanya Jawab ADWI 2023

Apa itu ADWI dan apa yang diraih Desa Muntei?
ADWI adalah Anugerah Desa Wisata Indonesia — penghargaan bergengsi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang diberikan kepada desa-desa wisata terbaik di seluruh Indonesia. Pada tahun 2023, Desa Muntei dari Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, meraih Juara 1 dalam kategori Daya Tarik Pengunjung — penghargaan tertinggi nasional untuk desa wisata berbasis budaya dan keaslian.
Mengapa Desa Muntei bisa meraih ADWI 2023?
Desa Muntei dinilai unggul karena keautentikan budaya yang masih terjaga — tradisi titi (tato), keberadaan Sikerei aktif, kehidupan adat yang belum tergerus modernisasi, dan pengelolaan wisata berbasis komunitas yang bertanggung jawab. Kombinasi antara keaslian budaya, keindahan alam Siberut, dan kepemimpinan Pokdarwis yang kuat menjadikan Muntei pilihan utama dewan juri ADWI 2023.
Apa dampak ADWI 2023 bagi Desa Muntei?
Penghargaan ADWI 2023 membawa dampak signifikan: meningkatnya perhatian media nasional, bertambahnya minat kunjungan tamu, pengakuan resmi pemerintah atas potensi desa, dan motivasi bagi warga Muntei untuk terus menjaga tradisi dengan bangga. Penghargaan ini juga memperkuat posisi Muntei sebagai destinasi wisata budaya autentik di tingkat nasional dan internasional.
Apakah Desa Muntei pernah menerima penghargaan lain selain ADWI?
Ya. Selain ADWI 2023 Juara 1, Desa Muntei juga merupakan bagian dari masyarakat Mentawai yang memegang rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) untuk Tato Tertua di Indonesia. Dengan dua pengakuan nasional sekaligus — ADWI dan MURI — Muntei menjadi satu-satunya desa di Mentawai yang memiliki kombinasi prestasi seperti ini.
Bagaimana cara mengunjungi Desa Muntei setelah tahu tentang ADWI 2023?
Kunjungan ke Desa Muntei dikelola oleh Pokdarwis melalui operator wisata resmi bermitra. Perjalanan dimulai dari Padang menggunakan ferry menuju Siberut — jadwal berangkat Selasa, Kamis, Sabtu pukul 07.00 — kemudian dilanjutkan perjalanan darat ke Muntei. Untuk informasi lengkap rute, durasi, dan cara mendaftar, lihat halaman Cara Berkunjung.

Ingin Mengunjungi Desa Wisata Terbaik Nasional?

Muntei bukan hanya juara di atas kertas. Kunjungi sendiri dan rasakan mengapa desa ini dipilih dari ribuan desa wisata di seluruh Indonesia.

Scroll to Top